Sekilas Menganal Wifi

WLAN (Wireless LAN) atau yang lebih dikenal sebagai WiFi (Wireless Fidelity) adalah salah satu metoda jaringan komputer yang menggunakan pancaran gelombang radio sebagai media sambungannya. WiFi bekerja pada band ISM (industrial, scientific and medical ) dengan frequensi 2,4GHZ. Pembagian channel tergantung dari regulasi negara masing masing, ada yang mengijinkan sampai 11 channel saja misal USA dan sekitarnya, atau 13 channel di daerah eropa, atau 14 channel yaitu di Jepang. Sebuah jaringan akses internet dengan teknologi WiFi terdiri atas dua lapis hardware, yaitu satu lapis untuk akses poin dan satu lagi untuk klien. Untuk akses point sendiri terdiri dari beberapa perangkat, diantaranya (untuk model konfigurasi paling sederhana) adalah sebuah modem, perangkat radio untuk akses poin, POE (optional), pigtail, antena dan anti petir (optional). Modem, digunakan sebagai interface untuk mendapatkan sambungan internet broadband dari ISP (Internet Service Provider), yang bertugas untuk melakukan komunikasi ke dunia luar. Keluaran dari modem berupa kabel LAN dengan konektor RJ45 yang kemudian bisa dihubungkan langsung ke terminal dari perangkat akses poin. Radio akses poin, berfungsi sebagai switch saja atau bisa juga sebagai router, yang akan mengatur komunikasi antara klien dalam jaringan lokal dengan dunia luar. Pada akses poin ini, kita bisa melakukan konfigurasi untuk mengatur siapa saja yang berhak mendapatkan akses dan lain sebagainya. Pigtail, pesawat radio untuk ases poin ini harus dipasang tidak jauh dari letak antena, melalui sebuah kabel yang disebut pigtail atau jumper. Panjang pigtail ini berkisar antara 60 cm, dan tidak boleh terlalu panjang karena akan menyebabkan loss sinyal. POE, Power listrik untuk menghidupkan radio akses poin bisa dilewatkan dalam kabel LAN yang menghubungkan radio dan modem dengan cara meninjeksikan tegangan DC yang sesuai pada 4 kabel twisted pair yang tidak digunakan. Alat yang digunakan untuk menginjeksi tegangan DC ke kabel lan ini disebut POE injektor. Seandainya radio yang akan dipasang tidak support POE, bisa saja dibuatkan sepasang POE yaitu injektor di bawah dan separator di atas, kemudian tegangan DC dari POE separator di colokkan ke terminal DC input radio. Anti petir, berfungsi untuk menetralisir arus kejut akibat sambaran petir. Prinsipnya akan membumikan arus DC yang mendadak, atau istilah asingnya surge current. Pemasangannya adalah antara pigtai dan antena. Antena, berfungsi untuk memancarkan gelombang radio dari pesawat radio ke angkasa. Ada banyak tipe antena, dan pemilihannya disesuaikan dengan kebutuhan. namun pada umumya untuk akses poin, sering digunakan antena jenis omnidirectional atau pun sektoral 90/120/180º. Kemudian dari sisi klien, peralatan yang dibutuhkan adalah sebuah radio penerima disertai antena untuk meningkatkan daya sensistivitas penerimaan. Untuk aplikasi yang paling murah dan sederhana, bisa menggunakan model wajan bolic, yaitu dengan menempatkan sebuah usb wifi adapter dalam sebuah circular wave guide yang dirangkai dengan reflektor dari bahan wajan aluminium. Kalau mau aplikasi yang lebih bagus lagi, bisa dengan menggunakan radio klien dan antena grid ataupun yagi. Demikian sekilas tentang jaringan wifi. Untuk sudi kasus instalasinya akan dibahas pada posting yang lain, Insya Allah.

sunting :  http://jabro.wordpress.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: